cool hit counter

PDM Kabupaten Bireuen - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Bireuen
.: Home > Berita > Rahasia Manajemen Masjid Jogokaryan Yogyakarta

Homepage

Rahasia Manajemen Masjid Jogokaryan Yogyakarta

Minggu, 30-10-2016
Dibaca: 1479

sumber foto: jalankemasjid.blogspot.co.id

 

Oleh: Ustadz Salim A Fillah

         

Negeri kita memiliki lebih dari 1 juta Masjid besar maupun kecil…

Pertanyaannya adalah: “Berapa Masjid kah yang menjadi BEBAN bagi Jama’ah dibandingkan dengan Masjid yang MEMBERDAYAKAN Jama’ah..?”

 

Maka, jawabannya adalah: “Ratusan ribu Masjid membebani Jama’ah untuk listrik…air…dan kebersihan..padahal pemanfaatannya hanyalah sholat dan sholatnya pun tak pernah penuh..”

Disamping itu… aset Masjid berupa jutaan meter persegi tanah dan bangunan dinilai dari aspek apapun (serasa) masih sangat tak produktif, padahal…soal Masjid adalah ideologi sekaligus substansi Peradaban Islam…

 

Tapi baiklah…Kita masuk pada “langkah strategis” dan praktis yang ditempuh di Masjid Jogokariyan Yogyakarta…

 

Bahwa secara sederhana Manajamen Masjid memiliki 3 langkah yakni :

  – Pemetaan…

  – Pelayanan…

  – Pemberdayaan…

 

Setiap Masjid harus memiliki Peta

  – Da’wah yang jelas…

  – Wilayah kerja yang nyata…dan

  – Jamaah yang terdata…

 

Pendataan yang dilakukan Masjid terhadap jamaah mencakup :

  – Potensi dan kebutuhan…

  – Peluang dan tantangan…

  – Kekuatan dan kelemahan…

 

Di Masjid Jogokariyan Yogyakarta kami menginisiasi SENSUS MASJID, yakni berupa: PENDATAAN tahunan yang hasilnya menjadi Data Base dan Peta Da’wah komperehensif.

 

Data Base dan Peta Da’wah Masjid Jogokariyan Yogyakarta tak hanya mencakup: Nama KK dan warga, Pendapatan, Pendidikan, dan lain-lain. Tetapi juga sampai pada: (1) Siapa saja yang sholat dan yang belum sholat; (2) Yang sholat di Masjid dan yang belum sholat di Masjid; (3) Yang sudah berzakat atau yang belum; (4) Yang sudah ber-qurban atau yang belum ber-qurban; (5) Yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau yang belum; (6) Yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana; dan lain-lain, pokoknya detail bingitz deh… 

 

Dari Data Base di atas kita bisa tahu, Bahwa: dari 1030 KK (4000-an penduduk sekitar masjid) yang belum sholat tahun 2010 ada 17 orang. Lalu, bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang.

 

Dari sinilah perkembangan Da’wah selama 10 tahun terlihat. Peta da’wah Masjid juga memperlihatkan gambar kampung yang di rumah-rumahnya berwarna-warni. Warna hijau berarti SANGAT mendukung da’wah; Warna hijau muda berarti CUKUP mendukung Da’wah; Warna kuning berarti NETRAL terhadap Da’wah. Sedangkan Warna merah berarti MUSUH Da’wah….

 

Di tiap rumah ada juga atribut iconik.. Icon “Ka’bah” berarti sudah berhaji. Icon “Unta” berarti sdh ber-Qurban. Icon “Koin” berarti sdh berzakat. Icon “Peci” berarti sudah shalat jamaah, dan sebagainya…

Konfigurasi rumah sekampung itu juga biasa dipakai tuk mengarahkan para Ikhwah da’i yang juga sedang cari rumah.

 

Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa. ini harus dijaga… Misalnya, tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu, sehingga konsumsi untuk tamu diorderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan.

 

Data jamaah juga digunakan untuk Gerakan shubuh Berjamaah… Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan untuk Gerakan Shubuh…  by name… (ditulis satu persatu nama person yang diundang)

 

UNDANGAN :

“Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara…..

dalam acara Sholat Shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB di: Masjid Jogokariyan…”

Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Sholat Shubuh… Hasilnya…?? Silahkan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Sholat Jum’at…

 

Sistem keuangan Masjid Jogokariyan juga berbeda dari yang lain. Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !!

 

Infak itu ditunggu pahalanya untuk menjadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank. Sebab, pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan, jika tetangga Masjid ada yang tidak bisa ke Rumah Sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah… Masjid yang menyakiti  Jamaah, adalah tragedi da’wah…!!

Sehingga, dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya…

Jadi, kalau saldo Masjid masih jutaan, yaa… maaf, kalau malah membuat infak jamaahnya tidak bersemangat untuk berinfaq…

 

Wifi di Masjid Jogokariyan sudah ada sedari  tahun 2004, dan itu “gratis”…. Sehingga, Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tidak perlu repot-repot ke WarNet yang sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan…

Masjid Jogokaryan juga menyediakan ruang olahraga atau bermain, alat olahraga seperti tenis meja, dan lain-lain, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di kompleks Masjid Jogokariyan bisa kerasan atau betah…

Daripada “mereka” main atau berolahraga di luar masjid yang biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu sholat…

 

Dan Alhamdulillah…

Di bulan Ramadhan, Biasanya kami bisa menyediakan setidaknya 1000 piring sebagai menu buka puasa, juga secara gratis untuk para Jama’ah…

 

Masjid Jogokariyan pada tahun 2005 juga menginisiasi Gerakan Jamaah Mandiri, yaitu:

Jumlah biaya setahun dihitung, dibagi 52, ketemu biaya pekanan. Dibagi lagi dengan kapasitas masjid,

sehingga ketemu biaya per-tempat sholat. Setelah itu disosialisasikan.

Kemudian Jamaah diberitahu, bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah “segitu” maka dia masuk kategori sebagai JAMAAH MANDIRI. Adapun jika berinfak lebih, maka dia termasuk JAMAAH PENSUBSIDI.

Tetapi, Jika dia tidak ber-infak, atau berinfak kurang, maka dia termasuk Jamaah YANG DiSUBSIDI.

Kemudian sosialisasi ditutup dengan kalimat: “Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya…”

GERAKAN JAMAAH MANDIRI ini,  Alhamdulillah, sukses menaikkan infak pekanan di Masjid Jogokariyan hingga 400 persen!!! 

Ternyata, orang malu jika ia beribadah tetapi disubsidi…

 

Demikianlah, jika peta, data dan pertanggungjawaban keuangan masjid dikelola secara transparan, sehingga infak 1000 rupiah pun kita tahu kemana alirannya, maka tanpa diminta pun jamaah akan berpartisipasi…

Dan, setiap kali renovasi, Takmir Masjid berupaya tidak membebani jamaah dengan Proposal. Sebab, Takmir hanya memasang spanduk: “Mohon maaf ibadah Anda terganggu, Masjid Jogokariyan sedang kami renovasi…”. Nomor rekening tertera di bagian bawah spanduk.

 

Sejak tahun 2005, Masjid Jogokariyan sudah menjalankan program Universal Conference Insurance

dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah Sakit atau klinik manapun secara gratis dengan membawa Kartu Sehat Masjid Jogokariyan.

 

Takmir juga biasa memberi hibah Umrah bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Sholat Shubuh di Masjid Jogokariyan.

 

Inilah beberapa output dari Program Masjid Mandiri. Artinya, semua yang berasal dari jamaah akan kembali ke Jamaah.

 

Satu kisah lagi, untuk menunjukkan  betapa pentingnya data dan dokumentasi.

Masjid Jogokariyan mempunyai foto pembangunannya di tahun 1967, gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam, berbaju batik dan mengenakan sarung sedang mengawasi para tukang pengaduk semen untuk pembangunan Masjid Jogokariyan.

 

Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran. Kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar tersebut. Putranya itu adalah seorang juragan kayu. Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi, “Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan tuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan…”

 

Alhamdulillah… foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan nyumbang 1 Miliar Rupiah dan mau menjadi Ketua Tim Pembangunan Masjid Jogokariyan sampai sekarang…

Foto tua yang telah dibingkai indah itu ternyata “senilai” 1 Miliar… 

 

sumber: broadcastwa.wordpress.com

 

video ceramah tentang hal ini dapat dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=3jKWntKUzQU

 

info lebih lengkap ada di : www.masjidjogokariyan.com

 

 

 


Tags: Manajemen Masjid, Masjid Jogokaryan Yogyakarta
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: Masjid Muhammadiyah



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website